Ketika Robot UNY Bikin 28 Tim Lawan Melongo
Nggak banyak kampus yang bisa bikin robot dengan strategi sedemikian rupa sampai dewan juri nasional kasih penghargaan khusus. Tapi Tim Maestro-Evo Universitas Negeri Yogyakarta baru saja membuktikan: UNY bukan sekadar kampus pendidikan — UNY juga sarang inovator robotika.
Di ajang Kontes Robot ABU Indonesia (KRAI) Tingkat Nasional 2026 yang digelar di Universitas Jember pada 9–12 Juli 2026, Maestro-Evo sukses merebut Juara II Nasional sekaligus menyabet penghargaan paling prestisius: Best Strategy. Penghargaan ini diberikan kepada tim dengan strategi pertandingan paling brilian — dan Maestro-Evo membuktikan bahwa strategi mereka memang kelas wahid.
“Prestasi ini merupakan hasil kerja keras, disiplin, dan kolaborasi seluruh anggota tim. Mereka tidak hanya dituntut menghasilkan robot yang andal, tetapi juga mampu berpikir cepat dalam menyusun strategi di setiap pertandingan.”
— Dr. Herlambang Sigit Pramono, Dosen Pembimbing Tim Maestro-Evo UNY
Bukan Cuma Soal Menang
Kompetisi ini bukan sekadar adu cepat robot. Mengusung tema “Kung Fu Quest” yang menantang robot menjalankan misi dengan presisi, kecepatan, dan strategi, KRAI 2026 diikuti oleh 28 tim terbaik dari perguruan tinggi seluruh Indonesia. Tiap tim dituntut untuk tidak hanya merancang robot yang andal secara teknis, tapi juga menyusun taktik pertandingan yang efektif — di sinilah Maestro-Evo unggul.
Sepanjang kompetisi, Maestro-Evo tampil konsisten dari babak penyisihan hingga final. Kemampuan tim dalam memadukan inovasi teknologi dengan strategi pertandingan yang matang jadi kunci utama yang membedakan mereka.
Dari Jember ke Hong Kong? ITS Wakili Indonesia, Tapi UNY Bukan Sekadar Runner-Up
Meskipun tiket menuju ABU Asia-Pacific Robot Contest 2026 di Hong Kong diraih oleh ITS sebagai juara pertama, Maestro-Evo UNY tetap mencatatkan sejarah: penghargaan Best Strategy yang mereka bawa pulang membuktikan bahwa dari sisi taktik dan kecerdasan bertanding, tim UNY adalah yang terdepan.
Ini bukan trofi sembarangan. Best Strategy diberikan kepada tim yang menunjukkan kemampuan analitis, kreativitas, dan kerja sama tim paling solid — soft skills yang justru paling dicari di dunia industri 4.0.
Yang Bisa Kita Contek dari Maestro-Evo
- Kolaborasi adalah senjata rahasia. Bukan cuma robot yang disempurnakan — pola kerja tim, pembagian peran, dan koordinasi jadi pembeda utama di panggung nasional.
- Strategi mengalahkan kecepatan. Di era AI dan otomasi, kemampuan berpikir taktis justru lebih berharga daripada sekadar kecepatan eksekusi.
- Inovasi butuh ekosistem. Prestasi Maestro-Evo adalah buah dari ekosistem riset dan inovasi yang dibangun UNY — bukan hasil kerja individu semata.
- SDGs bukan jargon. Capaian ini nyata mendukung Pendidikan Berkualitas (SDG 4), Industri dan Inovasi (SDG 9), serta Kemitraan (SDG 17).
Jadi, bangga nggak jadi bagian dari UNY?
📸: Dok. UNY | ✍️: Tim Maestro-Evo | 🎨 Kurasi ulang: Humas UNY